Drive

 

Kisah seorang laki-laki yang dari awal sampai akhir film jarang menyebutkan nama aslinya dan memilih orang lain disekeliling untuk memanggil dirinya Driver merupakan sosok yang cool, tapi expert. Kesan cool ia pancarkan dari mimik wajahnya yang  sedingin es dan tidak banyak bicara, sedangkan kata expert ia berikan dari kemampuannya dalam mengerjakan sesuatu yang berhubungan dengan mobil, dari menjadi montir, pembalap, stuntman film, hingga menjadi sopir khusus jika ada orang menyewanya untuk melarikan diri dari perampokan.

 

Dan dari keahliannya dengan membawa kabur para perampok inilah menyeret Driver kesebuah labirin berujung fatal. Karena niatnya membantu suami dari tetangganya, Irene seorang ibu muda dengan problematika hidup sejak ditinggal masuk penjara sang suami, Standart ,yang secara tidak sengaja pula membuatnya jatuh cinta. Kini setelah bebas, ternyata Standart terlilit banyak hutang ketika masih berada dibalik jeruji besi. Untuk menutup hutang tersebut, Standart bersama rekannya merencanakan perampokan yang melibatkan Driver sebagai juru kunci kabur dari tempat kejadian. Tapi ketika aksi perampokan itu menjadi berantakan, ternyata malah membawa petaka tersendiri bagi Driver karena uang yang Standart rampok sebenarnya milik sindikat Mafia kelas kakap dan parahnya kini uang tersebut berada ditangannya. Sehingga Driver terlibat akan kejar kejaran dengan para Mafia. Dengan menggunakan berbagai trik jitu dalam mengemudikan mobilnya, akan membuat para penontonnya terpukau akan adegan aksinya, meskipun tak seheboh film yang lainnya.

Inti dari Drive sesungguhnya adalah low key getaway, menghindar atau melarikan diri dengan sebersih, sesempurna, dan seefisien mungkin. Sederhananya, Drive tidak menghadirkan adegan kebut-kebutan yang berakhir dengan 50 mobil rusak tidak berwujud, melainkan adegan menghindari kejaran polisi dengan gaya mengemudi yang low profile.
Untuk mendukung sikap low profile tersebut, atmosfer film pun dibuat serupa. Sang tokoh utama misalnya, driver  diperlihatkan sebagai pria yang jarang berbicara dan lebih kerap berinteraksi secara non verbal. Di sisi lain, narasi filmnya juga dihadirkan dengan tempo yang lamban, lebih menonjolkan dialog, serta mengandalkan musik-musik retro. Sehingga tidak mengherankan kalau beberapa orang menganggap film ini membosankan karena pada dasarnya film ini secara sengaja menggunakan atmosfer “low profile” (membosankan) untuk memperkuat pesan utamanya, low key getaway. Maka jangan harap akan banyak adegan aksi yang penuh efek dan segala macamnya, karena film ini film yang menitik beratkan trik,cerita, problem solving dan sudut pandang kamera yang atraktif.

 

Sumber

Download

pw:alulota.wordpress.com

2 thoughts on “Drive

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s