Siap Menghadapi Dunia Kerja

Perubahan dalam dunia kerja semakin tak terbendung. Tuntutan produktivitas yang tinggi dan gaya hidup dalam bekerja yang terus berubah menuntut siapa pun untuk siap berubah.

Dulu, bekerja di kantor adalah sebuah keharusan. Namun seiring majunya teknologi komunikasi, bekerja bisa dilakukan di manapun. Karyawan bisa bekerja di rumah, rapat di sebuah kafe yang nyaman, sampai melakukan teleconference dengan klien dari luar negeri. Artinya, dengan perubahan gaya bekerja seperti ini, siapa pun dituntut untuk bisa berimprovisasi agar tetap menghasilkan produktivitas yang tinggi.

Perubahan semacam inilah yang akan terus mengemuka di seluruh dunia. Tentu saja, masih ada perubahan-perubahan lain yang akan terjadi, namun sudah bisa “dibaca” arah perubahan tersebut. Nah, untuk bisa memenangkan persaingan di dunia kerja masa depan, ada hal yang harus Anda ketahui dan pelajari agar siap menghadapi tantangan tersebut. Berikut ini beberapa faktor tersebut.

Teknologi jaringan sosial

Teknologi internet dan social media seperti Twitter, Vlogging, intranet chat rooms, sampai skyping akan semakin menggejala. Yang harus disiapkan: Karyawan harus siap dengan respons yang cepat dan mungkin tanggapan yang tidak terduga. Perusahaan dan karyawan juga harus terbiasa dengan komunikasi informal dan komunikasi

langsung serta pembelajaran lewat social media.

Tempat kerja yang berpindah-pindah (mobile)

Smartphone atau komputer tablet akan semakin menunjukkan kekuatannya, menyingkirkan laptop atau meja kerja di kantor. Karyawan dituntut untuk bekerja cepat dan lebih produktif karena semua pekerjaan bisa dilakukan di manapun, kapan pun. Yang harus disiapkan: Karyawan harus memiliki telepon yang sekaligus menjadi “meja kerja” Anda. Jika kantor adalah tempat kerja pertama Anda, rumah adalah tempat kerja kedua, maka telepon seluler atau smartphone Anda adalah tempat kerja ketiga Anda.

Demografi

Kondisi dunia kerja 10–20 tahun ke depan akan lebih beragam, terutama dilihat dari para pekerja. Tak hanya pekerja dari berbagai suku, pekerja asing juga akan bertambah banyak. Yang harus disiapkan: Perusahaan harus mampu mengakomodasi dan memahami latar belakang dan pengalaman para karyawan yang berasal dari berbagai tempat dan negara. Sementara bagi karyawan, dia harus siap bergabung dalam sebuah tim yang berbeda latar belakang, pengalaman, gender, generasi, dan bahkan berbeda negara dengan segala perbedaan tradisi dan budayanya.

Perhatikan etika bisnis

Sekarang ini perusahaan mungkin hanya memikirkan keuntungan atau profit semata. Tapi di masa depan, perusahaan harus memperhatikan karyawan dan kondisi lingkungannya. Intinya, hanya perusahaan yang memikirkan keuntungan, karyawan, dan lingkungan (bumi) yang akan meraih sukses. Yang harus disiapkan: Perusahaan harus lebih ramah lingkungan. Sementara karyawan harus lebih memiliki keahlian dalam menjaga hubungan baik dengan karyawan yang lain.

Integrasi kerja dan kehidupan pribadi

Generasi sekarang selalu menuntut keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi atau pergaulan. Namun generasi mendatang, mereka ingin agar selagi bekerja. Mereka juga bisa sekaligus menikmati kehidupan pergaulan mereka. Bekerja menggunakan smartphone selagi nongkrong di kafe favorit adalah salah satu contohnya. Yang harus disiapkan: web commuting sangat diperlukan sebagai “kantor ketiga”. Kefleksibelan tempat kerja juga akan menjadi salah satu kepuasan dan menjadi faktor penting karyawan dalam memilih perusahaan.

Permainan simulasi

Sims atau Simulated Games adalah tempat terbaik untuk belajar berbisnis dengan risiko minim. Tak hanya bisa belajar, “training” ini menjadi sangat menyenangkan karena dikemas dalam bentuk permainan. Yang harus dipersiapkan: Lakukan “training” ini sesering mungkin untuk melatih kepekaan bekerja dan berbisnis. Permainan ini juga bisa melatih kompetensi pemainnya.

Pembimbing

Bimbingan secara one-on-one di masa depan akan tetap berpengaruh besar. Namun perusahaan akan memodifikasinya dengan pembimbingan skala kecil atau secara grup. Yang harus disiapkan: Setiap opini dan keahlian yang dimiliki karyawan akan sangat bermanfaat baginya untuk melakukan pembimbingan pada karyawan yang lain. Keahlian ini akan meningkatkan daya saing Anda di dunia kerja.

Kebebasan informasi

Informasi akan semakin mudah disebar dan semakin mudah didapatkan. Yang harus disiapkan: Hierarki akan semakin kehilangan tempat. Siapa pun, termasuk karyawan terendah, bisa mengungkapkan pendapat dan terlibat dalam pemecahan masalah. Ini artinya, karyawan juga bisa menciptakan opini, bukan sekadar mengikuti pemimpin.

Citra pribadi (personal branding)

Kecanggihan teknologi akan membuat jejak rekam Anda mudah terlacak. Oleh karena itu, jangan main-main dalam membangun reputasi dan citra Anda, terutama di dunia maya. Yang harus disiapkan: Sama seperti masa sekarang, reputasi tetap memegang peranan penting terhadap kredibilitas dan daya jual Anda.

Zamannya kaum muda

Karyawan dari generasi X atau yang kini masih berusia remaja atau muda akan memegang peranan penting dalam sebuah perusahaan karena talenta dan keahlian mereka yang melebihi generasi sebelumnya. Yang harus disiapkan: Bagi generasi X, perbanyaklah keahlian dan pengalaman serta jejak rekan yang baik. Jika memenuhi ini, maka jabatan dan promosi tinggi secepatnya akan didapatkan. Intinya adalah, bagi siapa pun yang ingin sukses di dunia kerja pada dekade mendatang, milikilah cara berpikir yang mengglobal, bergabunglah dalam berbagai jaringan sosial (social networks), dan bangunlah citra diri yang baik.

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s