MENULIS ILMIAH POPULER

Pada jaman yang telah berkemabng pesat, kebutuhan akan informasi sangatlah perlu. Dibutuhkan mobilitas tinggi dalam penyebaran informasi. Tak tanggung tanggung informasi kian hari kian berkembang dan setiap harinya masing-masing indivdu memburuhkan informasi. Dan sebagian besar informasi tersebut didapat dari sebuah tulisan. Maka tak heran sekarang tren menulis melambung, karena kebutuhan akan informasi. Tetapi, tulisan yang populer lebih menggunakan data-data, kata-kata, atau istilah yang biasanya digunakan saat ini. Itu sebabnya mengapa disebut populer.

Meskipun tulisan popular sebagian besar menggunakan gaya bahasa yang sedang populer saat itu,tetapi tulisan tersebut haruslah berpacu dalam EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) dan juga berdasarkan realita yang ada dan yang sedang populer saat itu. Dalam tatacara menulis juga ada aspek-aspek yang harus diperhatikan.

Berikut ini beberapa aspek yang ada pada tulisan populer,

1.   Sederhana.

Menulis populer hendaknya menggunakan  :

–          Paragraf sederhana

–          Kalimat baku max 15 kata per kalimat.

–          Menggunakan rumus sederhana S-P-O-K.

–          Menggunakan struktur kalimat seperti problem-solution atau sebab-akibat.

2.   Orientasi pembaca.

Sebagai penulis, hendaknya kita perlu memperhatikan dari segi pembaca. Karena pembacalah yang nantinya akan menilai tulisan kita.

Hal – hal yang perlu diperhatikan tentang pembaca :

–          Berempati -> tahu pembaca kita

–          Bagaimana tulisan kita mudah dipahami pembaca

–          Jangan menyiksa pembaca

–          Pahami bahwa pembaca sangat beragam.

–          Bereksperimen kecil.

3.   Hindari Istilah Asing.

Kemungkinan kendala yang didapat dari pembaca adalah banyaknya istilah-istilah asing yang membingungkan pembaca. Maka dal;am menulis tulisan populer perlu memperhatikan penggunaaan istilah asing.

Berikut diantarnya.

–          Gunakan kata yang reliable dan rasional

–          Sebaiknya gunakan istilah populer untuk lebih bisa difahami

–          Perlu diperhatikan banhwa istilah asing menyiksa pembaca.

4.   Hindari jargon, singkatan, dan akronim.

Jargon, singkatan, dan akronim bisa menghambat komunikasi jika berlebihan. Selain itu, jargon bisa dianggap menyembunyikan kejahatan.

5.   Spesifik dan konkrit

Penggunaan jargon dan singkatan bisa menyebabkan pembiasan isi yang terkandung dalam tulisan. Hal itu akan mengurangi komunikasi dengan pembaca.

6.   Analogi yang sederhana.

Hindari penggunaan angka yang rumit.

Menulis populer tidak lepas dari menulis opini yang mulai digemari oleh seluruh lapisan masyarakat. Mungkin ini sedikit tips dari pak Rudi yang bias saya tangkap dan saya tulis kembali.

  1. Buat kerangka tulisan terlebih dahulu
  2. Kenali gaya bahasa pada media yang akan dituju.
  3. Buat judul yang agitatif (bersifat mempengaruhi) yang positif.
  4. Sertakan data yang sederhana sebagai pendukung tulisan kita.
  5. Masukkan kutipan singkat dari tokoh yang menulis hal yang sama sebelumnya.
  6. Berikan data anda yang sedikit menjual.

Kita membaca sebuah literatur, maka pola pikir kita akan terbentuk dari sana. Selanjutnya pola pikir tersebut akan menentukan langkah yang akan kita ambil. Maka kita harus pandai pandai memilih literatur yang akan kit abaca. Mungkin itu adalah pengertian kalimat penutup pada perkuliahan menulis populer. Somoga untuk kedepannya kita bisa menjadi individu yang lebih baik lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s